Pariwisata di Kota Malang cukup besar. Pada tahun 2016, tercatat jumlah wisatawan domestik di Kota Malang berjumlah 3.987.074 orang, sedangkan wisatawan mancanegara sejumlah 9.535 orang.[85] Jumlah wisatawan tahun 2016 merupakan suatu lonjakan yang signifikan dari tahun sebelumnya.[85] Dengan melihat bukti tersebut, pemerintah optimis jumlah kunjungan wisatawan, terutama mancanegara akan terus meningkat.[86]
Kampung Wisata Hutan Kota Malabar, Malang Malang dikenal memiliki banyak sekali kampung tematik yang bernuansa pedesaan dan khas. Di antaranya, yang paling terkenal adalah Kampung Wisata Jodipan (Kampung Warna-Warni), kampung warna-warni pertama di Indonesia yang menjadi salah satu destinasi favorit di Kota Malang. Selain itu, ada juga Kampung Tridi yang terletak di seberang Kampung Warna-Warni yang terkenal akan karya seni mural di dinding-dinding perumahannya, seperti Haji Lane di Singapura.[87] Kedua kampung tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan kaca.[88] Keduanya merupakan tempat selfie favorit para wisatawan.[89]
KEADAAN GEOGRAFI Letaknya yang berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten Malang secara astronomis terletak 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut : Sebelah Utara : Kecamatan Singosari dan Kec. Karangploso Kabupaten Malang.
kota malang seperti kota-kota lain di Indonesia pada umumnya baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda. Pada masa itu tata ruang kota dirancang sedemikian rupa oleh pemerintahan kolonial dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan keluarga-keluarga Belanda dan bangsa Eropa lainnya. Sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai.
Pada Tahun 1879, di Kota Malang mulai beroperasi kereta api dan sejak itu Kota Malang berkembang dengan pesatnya. Berbagai kebutuhan masyarakat semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.
Penataan ruang Kota Malang pada masa itu tidak lepas dari karya Herman Thomas Karsten. Arsitek kelahiran Amsterdam tahun 1884 ini diangkat menjadi penasihat perencanaan Kota Malang pada 1929. Karsten terlibat aktif dalam rencana pengembangan kota yang disebut Bouwplan I-VIII yang di dalamnya menyiapkan antisipasi perkembangan hingga 25 tahun ke depan. Salah satu karyanya adalah Ijen Boulevard yang hingga kini menjadi salah satu landmark heritage Kota Malang.
Sejalan perkembangan tersebut di atas, urbanisasi terus berlangsung dan kebutuhan masyarakat akan perumahan meningkat di luar kemampuan pemerintah, sementara tingkat ekonomi urbanis sangat terbatas, yang selanjutnya akan berakibat timbulnya perumahan-perumahan liar yang pada umumnya berkembang di sekitar daerah perdagangan, di sepanjang jalur hijau, sekitar sungai, rel kereta api dan lahan-lahan yang dianggap tidak bertuan. Selang beberapa lama kemudian daerah itu menjadi perkampungan, dan degradasi kualitas lingkungan hidup mulai terjadi dengan segala dampak bawaannya. Gejala-gejala itu cenderung terus meningkat, dan sulit dibayangkan apa yang terjadi seandainya masalah itu diabaikan.
Wisata di Malang yang pertama bisa Anda kunjungi yaitu Flora Wisata San Terra. Wisata ini menyuguhkan pemandangan bunga-bunga yang indah dan pegunungan. Pengunjung bisa melihat 1000 jenis bunga yang membuat swafoto Anda semakin indah. Beberapa spot foto di sini menghadirkan konsep kota di luar negeri, misalnya little Korea dan little Amsterdam. Selain cocok untuk swafoto, Flora Wisata San Terra juga menghadirkan wahana dan aktivitas menyenangkan, seperti trampolin, sepatu roda, ontang-anting, kolam renang dan wahana seru lainnya.
Wisata di Malang selanjutnya yang wajib Anda kunjungi yaitu wisata alam brakseng. Tempat wisata ini menyuguhkan keindahan alam yang asri dan segar. Umumnya pengunjung menjadikan tempat wisata ini sebagai spot foto dengan latar perkebunan yang hijau hingga pegunungan. Pengunjung juga bisa mampir ke kafe yang dibangun oleh warga setempat untuk menikmati hangatnya teh atau kopi dan berbagai hidangan ringan lainnya.